Memperkuat ekosistem institusi melalui pengembangan dosen dan akreditasi
Yogyakarta, 6 Agustus 2026 - Program studi Informatika Universitas Madani bergabung dalam kegiatan Guru Besar Infokom Mengabdi (GBIM) yang didampingi langsung oleh Prof. Ir. Sunardi, Ph.D. Melalui program ini, beliau menekankan pentingnya memperkuat ekosistem institusi dengan mengembangkan kualitas dosen dan peningkatan akreditasi.
Institusi pendidikan tinggi diibaratkan sebagai rumah besar yang menaungi para dosen dan ekosistem didalamnya. Dengan meningkatnya kualitas dosen, maka akreditasi juga ikut terjamin. Pengembangan dosen dapat dimulai dari meningkatkan jenjang pendidikan dosen ke S3, dengan sertifikasi dosen, dan jabatan akademik, sedangkan proses akreditasi dimulai dari akreditasi pendirian prodi baru, penyelenggaraan akademik yang baik serta terus melakukan akreditasi berikutnya. Untuk itu, semua dosen diharapkan dapat melaksanakan Tri Dharma secara normal agar akreditasi unggul dapat segera tercapai.

Agenda pendampingan dilaksanakan melalui sesi zoom yang dihadiri oleh 9 program studi lain dari institusi berbeda, termasuk prodi Informatika UMAD. Pada sesi pertama, Prof. Sunardi menyatakan bahwa tumpuan perguruan tinggi terletak pada dosen. Untuk mendirikan program studi baru untuk jenjang S1, institusi harus memiliki 5 dosen dengan derajat pendidikan S2 dan nilai penilaian akreditasi "Unggul" dihitung dari berapa persen jumlah dosen dengan pendidikan S3 pada suatu institusi, berapa persen dosen dengan jabatan fungsional LK/GB, dan berapa persen dosen yang sudah memiliki Serdos.
Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan niat dan mindset yang memerlukan proses, program, dan strategi. Semua dosen harus bekerja dengan normal agar memiliki dampak terhadap pengembangan dosen itu sendiri maupun institusi untuk mencapai keberlanjutan (keunggulan hakiki).
Disesi kedua, beliau berpesan agar semua prodi binaan mendorong semua dosennya untuk melanjutkan pendidikan S3 dan mengajukan Jabfung bagi yang belum. Disisi yang lain, pendirian prodi baru disarankan untuk mengikuti panduan secara detail, jeli dan teliti terkait skor yang mesti diakumulasi. Ada 2 hal yang menjadi kunci dalam akreditasi yaitu ikuti panduan dan berapa akumulasi skor yang ingin diraih.